
Setelah Ojol Affan Kurniawan meninggal akibat terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demo, massa pengunjuk rasa yang marah mulai melakukan aksi yang berujung pada bentrokan fisik dengan aparat keamanan. Di beberapa titik utama di Jakarta, terjadi perusakan fasilitas umum seperti halte bus, papan reklame, dan kios, yang menjadi dampak dari amarah massa.
Respons Aparat Keamanan
Polisi dan petugas keamanan dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengendalikan situasi yang mulai tidak terkendali. Berbagai upaya pembubaran aksi dilakukan dengan penembakan gas air mata dan water cannon untuk meredam kerusuhan serta memulihkan ketentraman warga.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kerusuhan tersebut menyebabkan gangguan lalu lintas dan kerusakan properti publik, yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat. Selain itu, peristiwa ini meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan sosial yang dapat berlanjut jika ketegangan tidak segera diredakan.
Tanggapan Pemerintah dan Seruan Damai
Pemerintah menyampaikan permohonan kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengedepankan penyelesaian secara damai melalui jalur hukum dan dialog. Langkah cepat penyelidikan kasus Affan Kurniawan diharapkan menjadi momentum untuk meredakan amarah publik dan memperbaiki hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan.